Profil
Posted by Unknown on 09.17 with No comments
PENDAHULUAN
Predikat rintisan desa budaya bagi desa Giripeni merupakan
wahana bagi pembinaan, pengembangan, dan pelestarian segala potensi budaya yang
ada. Bahwa dalam perlindungan, penguatan, pelestarian, pengembangan dan
pemanfaatan nilai-nilai budaya local di DIY, dibutuhkan upaya yang strategis
antara lain melalui revitalisasi desa/kelurahan budaya dan desa yang berpotensi
budaya.Gubernur DIY telah menetapkan peraturan gubernur DIY no.36 tahun 2014
tentang desa budaya yang merupakan penyesuaian keputusan Gubernur no. 325
/KPTS/1995 tentang Desa Bina Budaya dan Desa Budaya yang ditetapkan dengan
keputusan gubernur no. 325/KPTS/1995 dinyatakan masih berlaku dengan mengikuti
ketentuan dalam peraturan Gubernur DIY no.36 tahun 2014.
Desa Giripeni adalah sebuah desa yang terletak di
kecamatan Wates Kabupaten Kulon Progo. Desa Giripeni terdiri atas 8 pedukuhan.
Sejarah desa Giripeni berawal ketika bersatunya Adi karta dan Kulon Progo yang
terjadi pada tanggal 15 Oktober 1957. Pada saat itu terdapat 2 kelurahan yaitu
kelurahan Graulan dan kelurahan Pepen. Kondisi
geografis kelurahan Graulan banyak terdapat daerah pegunungan di
antaranya dusun graulan, tegal lembut, dobangsan, gunung gempal, kali kepek,
dan jurang jero. Sedangkan kelurahan pepen terdapat dua dusun yaitu kedung
pring dan sideman. Dari dua kelurahan tersebut bersatu menjadi GIRIPENI, giri
berarti pegunungan dan peni berasal dari kata pepen
Berbagai potensi terpendam masih dimilikki oleh desa,
mulai dari potensi tatanan sosial, adat istiadat dan tradisi (yang sampai
sekarang masih tetap hidup dalam lingkungan masyarakat) . sampai dengan potensi
fisik baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang memungkinkan untuk
mengarahkan wilayah desa kea rah yang lebih maju. Sampai saat ini pihak pemdes
masih terus berupaya untuk memanfaatkan berbagai potensi tersebut melalui
berbagai langkah. Pemberdayaan potersi teris di lakukan dan juga ditindak
lanjuti dengan pemikiran konkrit, tatanan sosial, adat istiadat, tradisi, dan
budaya yang ada dan tumbuh di masyarakat terus dibina seiring dengan kemajuan
pola piker dan peradapan masyarakat desa, dengan pengelolaan rintisan desa
budaya, baik pemerintahan desa, lembaga kemasyarakatan, para tokoh masyarakat
serta masyarakat bersinergi guna mewujudkan masyarakat desa yang berbudaya
sehingga akan terwujud masyarakat yang maju dan mandiri baik secara sosial ekonomi, politik, budaya, dan sebagainya.
Gambaran umum Rintisan Desa Budaya
Giripeni
1. Letak
dan Luas Wilayah
Desa Giripeni terletak diwilayah
kecamatan Wates , Desa Giripeni terdiri atas 8 pedukuhan yaitu pedukuhan Graulan,
pedukuhan Tegal Lembut, pedukuhan Dobangsan, pedukuhan Gunung Gempal, pedukuhan
Kali Kepek, pedukuhan Jurang Jero, pedukuhan Sideman dan pedukuhan Kedungpring. Desa Giripeni terdiri
dari 22 Rukun Warga dan 50 Rukun Tetangga.
2. Topografi
Kondisi topografi Desa Giripeni adalah
dengan topografi datar:
Batas Wilayah
a. Sebelah
utara: Desa Wates dan Margosari
b. Sebelah
Selatan : Desa Bendungan dan Gotakan
c. Sebelah
Timur: Desa Kedung Sari dan Cerme
d. Sebelah
Barat: Desa Triharjo dan Wates
Luas
Wilayah desa Giripeni adalah seluas 468,55510 Ha
Tinggi
permukaan tanah desa Giripeni adalah +80 m diatas permukaan laut
3. Demografis
Jumlah penduduk desa Giripeni adalah sebanyak 9.184
jiwa , dengan jumlah penduduk laki-laki ada 4.572 jiwa dan jumlah penduduk
perempuan ada 4.612 jiwa.Sedangkan jumlah kepala keluarga ada 1.986 kepala
keluarga.
Potensi
sumber daya manusia yang dimiliki tentunya dapat menunjang kegiatan pembangunan
disamping juga potensi swadaya masyarakatnya dapat sebagai motor penggerak
pembangunan diwilayahnya masing-masing sesuai dengan kemampuan masyarakatnya.
Tanpa adanya swadaya dari masyarakat maka pembangunan diwilayah desa tidak
adakan dapat berkembang sesuai dengan perkembangan saat ini.
Semangat
gotong royong masih sangat dominan dan tumbuh dalam masyarakat , sikap gotong
royong ini muncul dalam berbagai bentuk. Salah satu sikap gotong royong yang
sampai sekarang masih berjalan adalah bentuk gotong royong dalam upacara adat,
seperti upacara perkawinan, upacara kelahiran, upacara kematian dan sebagainya.
Disamping itu bentuk gotong royong dalam membangun fasilitas umum juga masih
berjalan dengan baik.
4. Kegiatan
ekonomi
Kesejahteraan
masyarakat merupakan sasaran yang terus menerus diusahakan untuk dapat dicapai.
Dengan upaya ini diharapkan dapat terwujud pola kehidupan masyarakat yang
mandiri dan mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Dalam kegiatan sektor
pertanian masih banyak yang bertumpu pada sektor pertanian padi, disamping itu
komoditas potensial lainnya seperti polowijo, kedelai dan sebagainya. Sedangkan
kegiatan dalam sektor industri ,sampai saat ini banyak masyarakat yang
melakukan kegiatan industri baik industri rumah tangga maupun industri lainnya.
5. Sarana
perhubungan dan informasi
Perkembangan
sarana perhubungan yang kian baik di wilayah desa Giripeni semakin nampak.
Pembangunan fisik dan infrastruktur lainnya yang terus dilakukan oleh
pemerintah desa Giripeni menjadikan akses penduduk ke segala bidang dapat
terpenuhi.
Sarana
informasi yang saat ini telah berkembang dan dapat dinikmati oleh masyarakat
wilayah desa Giripeni memungkinkan adanya percepatan pertumbuhan dalam bidang
ekonomi, adalah adanya sebuah stasiun pemancar radio yang bernama radio Herbal.
Radio Herbal ini sangat nyata peran aktifnya dalam membina informasi, terlebih
lagi dalam pembinaan budaya serta adat tradisi yang masih ada.
6. Kegiatan
Sosial dan Kelembagaan
Kelembagaan sosial yang ada di desa
Giripeni saat ini masih berjalan dan melakukan aktifitas sesuai dengan bidang
kelembagaan masing-masing, baik kelembagaan formal maupun kelembagaan
informal.Masing-masing saling menjalin hubungan untuk dapat beraktifitas guna
mendukung kegiatan pemerintah desa. Kelembagaan desa seperti Lembaga
Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), PKK,RT,RW dan lain-lain mampu melakukan
berbagai aktifitas dan karya nyata. Kegiatan PKK yang dikelola oleh kaum wanita
mampu mendukung berbagai kegiatan lainnya, seperti kegiatan pendidikan,
kegiatan industri dan lain-lain.
7. Potensi
Budaya
Berbagai potensi terpendam masih
dimiliki oleh desa , mulai dari potensi tatanan sosial , adat istiadat dan
tradisi yang sampai sekarang masih tetap hidup dilingkungan masyarakat, sampai
dengan potensi fisik baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang
memungkinkan untuk mengarahkan wilayah kearah yang lebih maju. Tatanan sosial
adat istiadat, tradisi dan budaya yang ada dan tumbuh dalam masyarakat terus
dibina seiring dengan kemajuan pola piker dan peradaban masyarakat desa.
a. Sistem
Kepercayaan Adat-istiadat dan Tradisi
Penduduk Desa Giripeni mayoritas beragama Islam. Sistem
kepercayaan yang berkembang pada masyarakat sampai saat ini masih berjalan dan
terbina secara alami oleh masyarakat. Salah satu kegiatan yang masih berjalan
rutin adalah kegiatan tahlilan. Faham atau kepercayaan lain yang juga masih
berjalan dan berkembang di desa Giripeni adalah kebiasaan masyarakat dalam
memberikan / membuat sesaji tatkala seseorang memiliki hajat . Sesaji ini dalam
pengertian umum dimaksudkan untuk mendapatkan keselamatan bagi keluarga yang
mempunyai hajat dan bagi pelaksanaan hajat itu sendiri.
b. Adat
Istiadat dan Tradisi
Gotong royong dalam membuat rumah, serta
gotong royong membangun dan memperbaiki fasilitas umum masih berjalan sampai
sekarang. Tradisi gotong royong dalam membantu orang yang punya hajat
“nyumbang” masih merupakan tradisi yang seolah tidak dapat hilang. Tradisi
/adat saling memaafkan masih sangat kental dilaksanakan oleh masyarakat yaitu
pada tiap-tiap Hari Raya Idul Fitri antar keluarga dan antara keluarga dengan
masyarakat.
·
Upacara adat
Upacara adat yang sampai saat ini masih
berjalan dikalangan masyarakat Giripeni adalah upacara adat, seperti upacara
kematian, dan peringatan hari-hari kematian
(7 hari, 40 hari, 100 hari, 1 tahun dan 1000 hari. Selain upacara
kematian juga terdapat upacara perkawinan
masih dilakukan oleh masyarakat dimulai dari lamaran, gladag, tarub,
siraman, midodareni, panggih sungkeman dan lain-lain.
·
Upacara tradisi
Salah satu upaya pemerintah desa dalam membina dan
memotivasi agar masyarakat tetap melestarikan adat istiadat dan tradisi adalah
dengan merencanakan adanya program bersih desa atau merti desa yang nantinya
akan dilaksanakan setiap tahunnya. Bersih desa yang akan dilaksanakan bertujuan
untuk mengingatkan dan mengajak masyarakat baik secara langsung maupun tidak
langsung dlam membersihkan lingkungan.Disamping itu bersih desadilaksanakan
dengan maksud untuk mensyukuri nikmat Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa atas
kemakmuran yang diberikan kepada hambaNya. Demikian juga upacara tradisi dalam
kegiatan pertanian (wiwit panen) upacara dalam kegiatan peternakan (among-among
bagi ternak yang melahirkan). Upacara tradisi lainnya yang masih dilaksanakan
masyarakat adalah upacara kenduri nyadran dan kenduri ruwahan
8. Situs
Purbakala, Cagar Budaya, Peninggalan Kuno dan Rumah Adat
Situs purbakala yang terdapat di desa
Giripeni salah satunya adalah Makam Pahlawan yang terdapat di dusun Sideman.
Makam Ki Graul dan Nyi Graul. Adanya sumur yang dipercaya masyarakat dapat
mendatangkan berkah diantaranya sumur Gayam, Sumur Dhadap Tulak, Sumur Panggang,
Belik Bengawan, Sumur Gede.
9. Kesenian
a. Kesenian
Tradisional
Kelompok seni tradisional seperti
jathilan, wayang, karawitan, seni tari, moco pat, gejug lesung masih tumbuh dan
berkembang. Kegiatan tersebut secara mandiri melaksanakan kegiatan di wilayah masing-masing.
b. Kesenian
non tradisional/modern
Kesenian modern juga tumbuh dikalangan masyarakat
desa Giripeni diantaranya adalah munculnya kesenian Campur Sari, Campur Ngaji,
Dance group, group Dangdut, Komunitas Reage dan lain-lain.
Categories: PROFIL
0 komentar:
Posting Komentar